Mengenal Tahapan Perkembangan Otak Pada Anak

Arinku.com - Otak merupakan pusat kecerdasan manusia, pengatur indera, pengontrol perilaku, dan inisiator gerak. Bagi para orangtua, sangat penting untuk mengenal perkembangan dan Pertumbuhan Otak Pada Anak. Dengan mengetahui pertumbuhannya, Anda dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan otak si kecil dengan memberikan stimulus – stimulus yang sesuai.

Mengenal Perkembangan Otak Pada Anak

Usia 2 - 7 Minggu di Dalam Kandungan

Sistem saraf terlah diproduksi dari selaput embrionik yang dikenal dengan ectoderm. Tanda yang pertama dari perkembangan sistem saraf adalah terbentuknya neural plate pada kehamilan hari ke-16 setelah konsepsi. Neural plate kemudian akan menjadi neural groove. Kemudian neural tube akan terbentuk pada hari ke-21. Bagian depan neural tube ini berkembang menjadi otak sedangkan sisanya berkembang menjadi saraf tulang belakang. Pada bagian ujung depan neural tube, akan terbentuk 3 bagian utama otak yakni otak bagian depan atau Prosencepalon, otak tengah atau Mesecepalon, dan otak bagian belakang atau Rhombencephalon. Pada saat usia kandungan 7 minggu, ketiga bagian otak ini akan membelah lagi dan proses ini disebut dengan encephalization.

Usia 8 - 39 Minggu di Dalam Kandungan

Berdasarkan penelitian, semenjak janin berusia 4 minggu di dalam kandungan, bagian otaknya sudah memproduksi 250.000 neuron setiap menitnya. Jumlah neuron ini akan semakin berkembang dan saling terhubung satu sama lain. Koneksi antar neuron tersebut akan menghasilkan trilyunan hubungan antar sel. Yang menarik, sel ini berada di tempat yang pasti dan taka da yang terlewati atau tidak sesuai peta otak. Tengkorak yang keras melindungi bagian otak. Di sekitar otak juga terdapat cairan yang melindungi otak dari goncangan.

Bayi Usia 0 - 5 Bulan

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah golden age yang merujuk pada masa keemasan perkembangan otak anak. Pada bulan pertama kehidupan bayi, ia mengalami perkembangan sinaps yakni dari 50 trilyun berkembang menjadi 1 quartrilyun. Bayi yang berusia sebulan memiliki otak dengan bobot 850 gram. Otak mengalami perkembangan yang luar biasa karena pada saat baru lahir, otak bayi hanya memiliki berat sekitar 300 gram.

Pada masa tersebut, bayi juga mengalami proes perkembangan kemampuan motorik atau gerak, pengenalan dunia, dan koordinasi tubuh yang kompleks. Ketika baru lahir, otak bayi laki-laki memiliki berat kurang lebih 350 gram sedangkan bayi perempuan sekitar 360 gram. Berat otak maksimal ketika dewasa adalah 1,5 kg atau 1500 gram. Salah satu cara untuk mengembangkan pertumbuhan otak bayi yang baru lahir adalah lewat indera visual. Cara ini dapat melatih kemampuan psikososial dan motorik bayi. Menurut ilmu neurologi, usia 0 - 5 bulan merupakan masa yang penting bagi seorang bayi untuk membangun indera pengenalan ruang atau peta proprioceptive. Perkembangan yang sempurna dapat membuat seseorang dapat mengkoorinasikan tangannya ketika menangkap bola atau menaiki tangga tanpa harus melihat anak tangga.

Bayi Usia 6 - 12 Bulan

Pada usia ini, anak mengembangkan otaknya dengan mendengaarkan melalui suara dan melihat. Ia akan mempelajari cara untuk mengkoordinasikan pendengarannya dengan gerak tubuh. Perkembangan otak anak pada masa ini dapat terganggu bila ada indera yang cacat. Tantangan bagi para ahli medis saat ini adalah bagaimana cara untuk mempertahankan fungsi otak anak meskipun terdapat indera yang cacat. Untuk anak normal, stimulasi pendengaran dan penglihatan wajib dilakukan sejak dini. Seorang anak yang sering diajak berkomunikasi akan berkembang dengan kemampuaan bahasa yang sangat bagus.

Anak Usia 13 - 24 Bulan

Setiap tingkatan tahap perkembangan dan pertumbuhan otak anak merupakan hasil kesuksesan dari tingkat sebelumnya. Bila Anda ingin si kecil pandai berjalan, tentu ia harus belajar merangkak terlebih dulu. Seperti inilah keadaan kemampuan saraf yang akan terus berkembang di tahun pertama kehidupan anak. Setiap tahap kecil sangat bermanfaat untuk kehidupan berikutnya.

Perkembangan otak pada bayi 13 - 24 bulan adalah ketika mereka terttidur

Untuk membantu mengembangkan otaknya, anak memerlukan energi dan waktu. Energi diperoleh anak dari proses tidur. Oleh sebab itu anak usia ini memerlukan waktu tidur sekitar 12 jam per hari. Berdasarkan sebuah penelitian, ditemukan bahwa untuk melakukan aktivitas otak, anak yang usianya masih di bawah 2 tahun memerlukan 2 kali energi dibandingkan orang dewasa. Energi terbesar digunakan oleh bagian frontal konteks untuk belajar mengenai pemikiran jangka panjang dan logika. Konsumsi energi yang besar ini berlangsung sampai anak berusia 10 tahun.

Anak Usia Lebih Dari 2 Tahun

Ketika seorang anak sudah mencapai usia 2 tahun, maka volume otaknya sudah mencapai 80% saat dewasa yakni sekitar 1200 gram. Tetapi volume otak ini masih dapat dipengaruhi oleh stimulus atau rangsangan dari luar. Seorang anak yang mengalami kekerasan, ia akan memiliki volume otak yang lebih kecil daripada anak yang memiliki kehidupan normal. Beberapa kelainan seperti sindrom Ramussen dan epilepsy juga dapat berpengaruh terhadap ukuran otak anak.

Saat baru lahir, bayi sebenarnya sudah mulai kehilangan sebagian neuronnya yang tidak mendapatkan stimulus. Oleh sebab itu jika stimulus yang diberikan kurang, jumlah neuron dalam otak anak akan terus berkurang. Memberikan stimulus seperti membacakan dongeng dengan suara keras dapat membantu otak anak untuk mempertahankan neuronnya. Perlu dicatat bahwa respon otak anak terhadap bahasa tak hanya terjadi pada sebagian kecil otaknya tetapi nyaris di semua bagian otaknya. Oleh sebab itu bayi cenderung sangat mudah menyerap berbagai bahasa..

Tetapi seiring dengan perkembangannya, otak anak akan memilah bahasa. Oleh sebab itu bayi akan lebih akrab dengan bahasa ibu dibanding bahasa yang lain. Jadi itulah yang disebut dengan masa keemasan Pertumbuhan Otak Pada Anak. Otak anak mampu menyerap banyak hal, menyimpan datanya, mengolahnya, dan menggunakannya di kemudian hari. Sebagai orangtua, Anda tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan untuk memberikan asupan terbaik dan stimulus demi masa depan si kecil.

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Tahapan Perkembangan Otak Pada Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel