Tanda dan Gejala Usus Buntu Pada Anak

Apa saja tanda dan gejala usus buntu pada anak-anak? Usus buntu ternyata tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja lho. Penyakit ini pun bisa dialami oleh anak-anak. Tanda awal yang paling terlihat adalah anak sering merasakan sakit pada bagian perutnya.

Namun nyeri pada bagian perut juga bukanlah satu-satunya tanda awal usus buntu. Ada beberapa tanda lain yang menyertainya. Untuk lebih jelasnya nanti akan dibahas pada ulasan di bawah.

Tanda dan Gejala Usus Buntu Pada Anak

Bila anak mengalami nyeri perut tepatnya pada bagian pusar yang bergerak ke bagian kanan bawah perut biasanya memang mengidap usus buntu. Akan tetapi perlu kita ketahui bahwa untuk posisi usus buntu tersebut berbeda-beda sehingga letak nyerinya pun akan berbeda.

Sayangnya untuk anak kecil, gejala usus buntu sulit untuk dideteksi. Namun hampir semua anak yang terkena usus buntu akan merasakan nyeri pada bagian perut atas dan bagian pusarnya. Dan rasa sakit perut pada anak akan bertambah jika anak batuk, sedang berjalan ataupun tiba-tiba bergerak.

Tanda dan gejala usus buntu pada anak-anak

Sedangkan untuk gejala usus buntu yang terjadi pada orang dewasa dan anak-anak berbeda. Khusus gejala usus buntu pada anak-anak diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Terjadi demam ringan dan terasa nyeri pada area sekitar pusar

Sebenarnya demam merupakan respon alami tubuh ketika terjadi infeksi atau peradangan. Biasanya demam yang disebabkan oleh usus buntu pada anak , demamnya tidak terlalu tinggi.

Biasanya ketika anak terjadi demam, tubuh akan terasa menggigil dan mengeluarkan keringat. Keringat yang dikeluarkan ini sebenarnya merupakan respon tubuh untuk menormalkan suhu tubuh kembali.

2. Mual dan muntah

Peradangan yang diakibatkan oleh usus buntu biasanya anak akan mengalami mual-mual dan diakhiri dengan muntah.

Sebenarnya muntah merupakan refleks otomatis tubuh agar isi perut dapat segera dikosongkan sehingga penyumbatan tidak terjadi.

3. Anak akan kehilangan nafsu makan

Tidak nafsu makan juga merupakan gejala usus buntu pada anak-anak yang merupakan reaksi bawah sadar kita untuk menghindari zat apapun yang masuk kedalam tubuh kita yang dapat memperparah kondisi tubuh anak pada saat sedang sakit.

4. Sakit Perut

Si kecil akan merasakan sakit pada bagian tengah perut yang terkadang hilang dan timbul. Rasa sakit perut yang terjadi pada sikecil akan bertambah, dan biasanya rasa sakit tersebut akan pindah pada bagian sisi kanan bawah perut. Akan tetapi pada sebagian orang akan mengalami penjalaran rasa sakit perut hingga pada bagian sebelah kanan atas,pinggul dan punggung.

Pada beberapa jam kedepan akan akan merasakan sakit perut yang bergerak ke sisi kanan bawah perut. Rasa sakit ini terjadi dimana usus buntu berada dan menetap serta akan menjadi bertambah parah. Pada area tersebut ketika perut anak ditekan,atau anak sedang berjalan maupun berlari maka sakitnya akan bertambah hebat.

5. Peningkatan Sel Darah Putih

Untuk beberapa gejala usus buntu yang terjadi pada anak-anak, biasanya akan terjadi peningkatan jumlah sel darah putih pada anak. Ini merupakan tanda bahwa terjadi infeksi lain dalam tubuh.

6. Diare

Sedangkan untuk bayi dan anak-anak dibawah umur 2 tahun, akan mengalami muntah, kembung,sakit perut serta tidak mempunyai nafsu makan dan minum, demam serta terjadi diare.

Diare yang terjadi pada anak ini disebabkan karena lokasi peradangannya dekat dengan rongga panggul , yang mengakibatkan rektum teriiritasi.

Dan untuk anak di usia 2 sampai dengan 5 tahun jika mengalami usus buntu maka biasanya anak akan demam dan muntah.

Cara Penanganan usus Buntu Pada Anak


Untuk penanganan usus buntu ini biasanya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Diantaranaya adalah foto rontgen,USG, CT scan,pemeriksaan darah dan urine. Ini untuk memberikan perawatan yang tepat bagi anak. Karena penyakit usus buntu yang terjadi pada anak, gejalanya sulit terdeteksi terutama pada anak-anak yang masih kecil.

Apabila setelah dokter melakukan pemeriksaan dan pengobatan, tetapi kondisi si kecil bertambah parah maka harus dilakukan tindakan operasi atau apandektomi.

Pada saat melakukan apandektomi maka dokter akan melakukan sayatan kecil pada bagian perut anak atau laparoskopi. Dokter akan mengeluarkan bagian usus buntu yang meradang. Pada saat dilakukan operasi ini, maka biasanya anak akan dirawat inap selama dua hari.

Apabila usus buntu tidak segera ditangani dengan tepat maka bakteri dan nanah tersebut akan menumpuk pada bagian usus anak. Penekanan yang menumpuk ini menyebabkan usus akan menjadi bengkak.

Apabila usus anak membengkak maka akan menyebabkan pasokan darah segar kedalam usus tersebut menjadi terhambat, oleh karena itu jaringan dan sel yang ada disekitarnya akan mati.

Dinding usus yang sudah mati tadi biasanya akan mendorong bakteri dan nanah masuk kedalam rongga perut. Jadi ketika usus buntu pecah maka isi dari usus buntu tersebut akan merembes masuk kedalam perut.

Ketika usus buntu pada anak pecah maka harus segera di bawa ke rumah sakit karena termasuk gawat darurat medis.

Oleh karena itu jika anak sudah didiagnosis mengalami usus buntu maka harus segera dilakukan tindakan operasi untuk menghindari usus buntu yang pecah.

Jangan khawatir karena jika anak di operasi karena usus buntu maka komplikasi yang terjadi akan sangat kecil.

Itulah beberapa gejala usus buntu pada anak-anak serta penanganannya yang tepat Pada anak. Semoga ulasan ini bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel