10 Obat Pencahar Alami untuk Mengatasi Konstipasi

Pencahar bisa memiliki efek yang sangat kuat terhadap kesehatan saluran pencernaan anda. Dikarenakan efek kuatnya tersebut di dalam tubuh anda, maka pencahar pun biasa digunakan untuk membantu konstipasi dan mendukung BAB (Buang Air Besar) yang lancar.

Menariknya, banyak sekali pencahar alami yang hadir dan bisa anda dapatkan dengan mudah tanpa harus takut terkena efek samping yang mengerikan dari bahan-bahan kimia obat-obatan.

10 Obat Pencahar Alami untuk Mengatasi Konstipasi

Mengkonsumsi makanan yang bertindak sebagai pencahar alami ini secara teratur tentunya dapat pula mencegah anda terkena konstipasi yang menyebalkan. Adapun beberapa makanan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Biji Chia

Serat merupakan obat alami yang harus anda sertakan pertama kali dalam melawan konstipasi. Nutrisi ini akan bergerak melalui usus anda tanpa tercerna, sehingga menambah berat pada kotoran dalam perut anda dan mendorongnya agar bisa dikeluarkan secara teratur.

Penelitian sendiri telah menunjukkan bahwa menambahkan asupan serat dapat meningkatkan frekuensi BAB dan melembutkan kotoran tersebut sehingga mudah untuk bergerak dan dikeluarkan.

Biji chia sebagian besar mengandung serat yang sangat tinggi, yaitu sekitar 11 gram dari 1 ons-nya, terutama jenis serat tak larut sebanyak 93%, dan sisanya berupa serat larut. Serat larut sendiri memiliki kemampuan dalam menyerap air dan menciptakan sejenis gel dalam perut, sehingga bisa membentuk kotoran yang lebih halus dan mengatasi konstipasi.

2. Berry

Kebanyakan jenis berry juga sangatlah tinggi akan serat, sehingga menjadikannya pilihan terbaik sebagai jenis pencahar alami yang ringan. Stroberi mengandung 3 gram serat per 152 gram-nya, blueberry menyediakan 3,6 gram per 148 gramnya, sementara blackberry menempati urutan teratas dengan 7,6 gram per 144 gramnya.

American Dietetic Association sendiri menyarankan kita untuk selalu mendapaktan asupan serat sebanyak 25 gram per hari bagi wanita, dan 38 gram untuk pria agar terhindar dari penyakit kronis yang mematikan.

Sama halnya seperti biji chia, buah berry juga mengandung dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tak larut. Serat larut dapat menyerap air dan membentuk gel dalam perut, sementara serat tak larut akan berjalan melalui usus anda untuk mendorong kotoran dan mengeluarkannya melalui BAB.

3. Polong-polongan

Legume atau polong-polongan merupakan keluarga tanaman yang dapat dimakan seperti kacang, buncis, lentil, kacang polong, dan kacang tanah. Legume juga mengandung serat dalam jumlah yang tinggi, sehingga bisa mendukung BAB yang lancar.

Dari 198 gram lentil yang telah direbus saja bisa menyediakan sekitar 15,6 gram serat. Mengkonsumsi polong-polongan juga dapat membantu meningkatkan produksi asam butirat dalam tubuh, yaitu sejenis asam lemak rantai pendek yang bertindak sebagai pencahar alami.

Penelitian juga telah memperlihatkan bahwa asam butirat dapat membantu mengobati konstipasi dengan cara meningkatkan pergerakan pada saluran pencernaan seseorang.

Selain itu terdapat pula agen anti-radang di dalamnya untuk mengurangi peradangan di dalam usus anda yang biasanya terkait dengan gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn atau sindrom radang usus.

4. Flaxseed

Dengan kandungan asam lemak omega-3 dan protein di dalamnya, flaxseed bisa menjadi pencahar alami yang ampuh serta sangat efektif dalam mengobati konstipasi dan diare. Flaxseed juga mengandung dua jenis serat yang dibutuhkan untuk melancarkan saluran pencernaan anda.

Dari 10 gram flaxseed saja, anda bisa mendapaktan sekitar 2 gram serat tak larut, dan 1 gram serat larut.

5. Susu Kefir

Susu kefir merupakan produk susu yang difermentasikan. Ini mengandung probiotik, yaitu sejenis bakteri usus menyehatkan yang dapat memberikan anda manfaat kesehatan, termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesehatan saluran pencernaan anda.

Dengan mengkonsumsi probiotik baik dari makanan ataupun suplemen, keduanya bisa membantu proses BAB lancar sambil mempercepat transit usus. Terutama kefir yang telah terbukti mampu menambahkan kelembaban dan mendorong kotoran agar mudah keluar.

Sebuah penelitian di tahun 2014 mencoba mempelajari efek kefir terhadap 20 orang penderita konstipasi. Di akhir penelitian tersebut, mereka yang mengkonsumsi 500 ml kefir per hari selama 4 minggu memperlihatkan peningkatan frekuensi BAB, mendukung BAB yang teratur, dan mengurangi penggunaan pencahar dari obat yang berbahaya.

6. Minyak Jarak

Dibuat dari biji jarak, minyak jarak memiliki sejarah yang panjang akan kegunaannya sebagai obat pencahar alami. Setelah minyak jarak tersebut dimakan, maka dapat melepaskan asam ricinolenat, yaitu sejenis asam lemak tak jenuh yang berperan sebagai efek pencahar alami.

Asam ricinolenat tersebut bekerja dengan cara mengaktifkan reseptor spesifik di dalam saluran pencernaan anda sehingga meningkatkan pergerakan di dalam otot-otot usus yang kemudian mendorong seseorang untuk BAB.

Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa minyak jarak dapat mengusir gejala konstipasi dengan cara melembutkan kotoran secara konsisten, mengurangi sulit BAB atau mengejan, dan mengurangi perasaan BAB yang belum tuntas.

7. Sayuran Hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kale, dan kubis bekerja dengan berbagai macam cara dalam mengatasi dan mencegah konstipasi. Pertama-tama, mereka sangat dikemas dengan nurisi penting, artinya mampu memberikan anda sejumlah vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh.

Sayuran berdaun hijau juga sangat kaya akan magnesium, yang mana merupakan bahan utama dalam berbagai macam jenis obat pencahar karena kemampuannya dalam menarik air ke dalam usus untuk membantu buang air besar.

Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan bahwa asupan magnesium yang rendah telah dikaitkan dengan konstipasi, jadi pastikan anda untuk mendapatkannya secara cukup terlebih jika anda tengah menderita konstipasi saat ini.

8. Apel

Apel juga kaya akan serat yang menyediakan sekitar 3 gram per 125 gramnya. Buah ini juga mengandung pektin, yaitu sejenis serat larut yang berfungsi sebagai pencahar alami.

Dalam sebuah penelitian memperlihatkan bahwa pektin mampu mempercepat waktu transit di dalam usus besar. Dapat pula bertindak sebagai prebiotik dengan cara meningkatkan jumlah bakteri baik di usus besar dan mempromosikan kesehatan saluran pencernaan.

9. Minyak Zaitun
Beberapa penelitian juga memperlihatkan bahwa dengan mengkonsumsi minyak zaitun dapat menjadi obat efektif dalam mengatasi konstipasi. Ini berfungsi sebagai pencahar pelumas, yang mana akan memberikan lapisan di rectum dan memungkinkan untuk lewat lebih mudah, sekaligus merangsang usus kecil untuk mempercepat transit kotoran.

10. Lidah Buaya

Latex dari lidah buaya, atau gel yang berasal dari lapisan dalam daun tanaman ini sering pula digunakan sebagai pengobatan sembelit. Tanaman ini memiliki efek pencaharnya dari glikosida antrakuinon, yaitu senyawa yang dapat menarik air ke dalam usus kecil dan menstimulasi pergerakan di saluran pencernaan.

Sementara dalam sebuah penelitian menjelaskan bahwa keefektifan dari lidah buaya bisa diciptakan dengan menggabungkan celandin dan psyllium. Para peneliti tersebut menemukan bahwa campuran ini dapat menghaluskan kotoran secara efektif dan meningkaktan frekuensi BAB bagi para penderita konstipasi. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel